Berebut Kursi Rektor Universitas Jambi

Jambitoday – Pendaftaran calon rektor periode 2024-2028 telah resmi di tutup oleh Panitia Pemilihan Rektor Universitas Jambi (UNJA). Setidaknya adaEmpat orang Guru Besar yang resmi mendaftarkan dirinya sebagai calon rektor Universitas Jambi pada periode 2024-2028 di hari terakhir pendaftaran pada Jumat 15 September 2023.

Guru Besar yang telah mendaftarkan dirinya tersebut yakni,

  1. Prof. Dr. Ir. Hj. Nurhayati, M.Sc.agr dari Fakultas Peternakan.
  2. Nurhayati pernah menjabat sebagai Dekan Fakultas Peternakan Universitas Jambi periode 2017-2021.
  3. Prof. Dr. H. Haryadi, S.E., M.M.S dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis, yang saat ini menjabat sebagai Direktur Pascasarjana UNJA.
  4. Prof. Drs. H. Sutrisno, M.Sc., Ph.D., yang saat ini merupakan petahana Rektor UNJA, dan pernah menjabat sebagai Dekan Fakultas Sains dan Teknologi periode 2014-2018.
  5. Prof. Dr. Helmi, S.H., M.H, Guru Besar Fakultas Hukum, dan pernah menjabat sebagi Dekan Fakultas Hukum UNJA periode 2017-2021.

Dr. Taufik Yahya, S.H., M.H., selaku ketua panitia pemilihan rektor Universitas Jambi menyatakan bahwa pihaknya telah menutup pendaftaran calon rektor tersebut dan tidak akan memperpanjangan masa pendaftaran. Sampai hari terakhir pendaftaran sudah terdaftar lima calon rektor UNJA, sehingga sudah dapat dipastikan tidak ada masa perpanjangan pendaftaran.

Masa pendaftaran calon Rektor berakhir pada Jumat, 15 September 2023 dan selanjutnya panitia akan melakukan verifikasi pada Senin, 18 September 2023 dan kemudian untuk penetapan bakal calon, dan pengambilan nomor urut calon rektor akan dilakukan pada 5 Oktober 2023.

Nasroel Yasir mengatakan dalam menanggapi perihal lima nama yang mendaftar tersebut, semuanya memiliki potensi untuk duduk sebagai Rektor Universitas Jambi. Kinerja yang baik dan jaringan dengan pusat (Kemendikbud) merupakan sesuatu modal penting untuk pencalonan tersebut. Sehingga semuanya berpotensi, tergantung kinerja lah dan hubungan baik dengan menteri.

Nasroel Yasir juga mengatakan walaupun nantinya senat yang beranggotakan 70 orang akan memberikan suara, namun yang menjadi penentu akhir adalah suara yang diberikan oleh Menteri. Suara menteri itu besar hampir 40 persen. Jadi suara menteri itu menentukan, walaupun misalnya si A dapat 40 suara si B dapat 30, tetap saja siapapun yang diberikan suara menteri dia yang menang.

Nasroel Yasir menambahkan bahwa dari kelima calon tersebut tentunya masing-masing mempunyai kekuatan dan jaringan yang sama hebatnya. Namun tetap saja Menteri akan memiliki andil besar dalam menentukan Rektor UNJA periode 2024-2028 mendatang. Rata-rata mereka orang pendidikan pasti mempunyai jaringan semua. Tergantung siapa yang pandai mengambil hati Menteri, karena penentu akhirnya di tangan Menteri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *