Diduga Malapraktik, RS Royal Prima Jambi Beri Penjelasan Terkait Kasus Bayi 16 Bulan Meninggal Dunia

Diduga Malapraktik, RS Royal Prima Jambi Beri Penjelasan Terkait Kasus Bayi 16 Bulan Meninggal Dunia

Jambitoday – Pihak Manajemen Rumah Sakit (RS) Royal Prima angkat bicara dan memberikan klarifikasi atas dugaan malapraktik yang dilakukan tenaga medis kepada bayi usia 16 bulan. Bayi usia 16 bulan yang berinisial AR beralamat di Jalan Flamboyan 1, Vila Ratu Mas No 17, Kelurahan Bakung Jaya, Kecamatan Paal Merah, Kota Jambi meninggal dunia saat menjalani perawatan di Rumah Sakit (RS) Royal Prima Jambi.

Direktur Utama RS Royal Prima, Kol (purn) dr Tjeffy Gunadi MARS mengatakan dari tenaga medis dan paramedis telah melakukan pelayanan kesehatan terhadap pasien dengan standar yang tertinggi sesuai panduan praktek klinik dan Standar Prosedur Operasional (SPO). Dalam menyikapi hal tersebut pihaknya juga telah melakukan audit medis oleh Ketua Komite Medik RS Royal Prima Jambi dengan sejumlah kesimpulan bahwa penatalaksanaan pasien itu sudah sesuai dengan panduan praktek klinis danSPO terhadap penyakitnya.

Kol (purn) dr Tjeffy Gunadi MARS juga menyampaikan jika tugas pihaknya adalah melayani pasien dan berdaya upaya untuk menyembuhkan pasien dengan standar pelayanan yang tertinggi yaitu sesuai dengan panduan praktek klinis dan SPO. Untuk masalah kesembuhan penyakit pasien dan nyawanya pasien itu merupakan hak dan kekuasaan tuhan, itu diluar kekuasaan pihak RS. Sebagai tenaga medis dan paramedic pihaknya telah berusaha membantu dan berdaya upaya untuk menyembuhkan penyakit pasien sesuai panduan praktek klinis SPO. Pihaknya juga sudah melakukan mediasi dengan pihak keluarga sebanyak empat kali pertemuan dengan hari yang berbeda.

Kol (purn) dr Tjeffy Gunadi MARS mengataka dalam setiap pertemuan dihadiri oleh tenaga medis dan paramedis, serta sudah menjelaskan kronologis kematian pasien serta menjawab semua pertanyaan yang diajukan oleh keluarga pasien. Keluarga pasien sudah mengerti dan menerima penjelasan dari tenaga medis dan paramedis.

Di jelaskannya pula pada pertemuan yang kelima, keluarga pasien meminta diadakan pertemuan lagi, untuk meminta penjelasan kembali dengan menghadirkan seluruh dokter dan perawat yang merawat pasien dan disetujui. Pada hari Jumat 13 Oktober 2023 lalu, saat keluarga pasien datang ke RS Royal Prima Jambi, ternyata keluarga pasien membawa massa dan kuasa hukum yang tidak diinformasikan ke pihak Rumah Sakit terlebih dahulu. Hal ini dikhawatirkan mengakibatkan tekanan terhadap tenaga medis dan paramedis yang sebelumnya dengan tulus ikhlas berdaya upaya untuk melayani, merawat dan menyembuhkan pasien. Sebab yang terjadi adalah dikhawatirkan seolah-olah tenaga medis dan paramedis kami berada di pihak yang bersalah dan dituntut, sehingga pertemuan tidak jadi dilaksanakan.

Kanit I subdit IV Tipidter Ditreskrimsus Polda Jambi, AKP Darma Adi Waluyo mengatakan, pihaknya sudah memeriksa pihak RS Royal Prima soal dugaan malapraktik  tersebut dan sudah dua orang saksi diperiksa yaitu 1 orang perawat dan 1 orang dokter. Pihaknya masih menunggu saksi- saksi dari RS Royal Prima Jambi yang ikut dalam penanganan balita yang meninggal dunia. Seluruhnya ada 7 perawat dan 3 dokter. Bayi usia 16 bulan berinisial AR tersebut meninggal dunia saat menjalani perawatan di Rumah Sakit (RS) Royal Prima Jambi. Pihak keluarga korban pun menduga bahwa bayi uisa 16 bulan itu menjadi korban dugaan malapraktik. Lantas, pihak keluarga pun melaporkan hal itu ke Polda Jambi dengan dugaan malapraktik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *