Gedung Balai Adat Melayu Tanjung Jabung Timur Akan Dijadikan Rumah Restorative Justice

Gedung Balai Adat Melayu Tanjung Jabung Timur Akan Dijadikan Rumah Restorative Justice

Jambitoday – Gedung Balai Adat Melayu Jambi rencananya akan dijadikan rumah Restorative Justice (RJ) oleh Kejaksaan Negeri (Kejari), Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim).

Kepala Kejaksaan Negeri Tanjung Jabung Timur, Bambang Suprianto mengatakan bahwa nantinya rumah RJ itu akan difungsikan untuk masyarakat berkumpul pada saat pihak Kejari akan melaksanan RJ suatu perkara. Karena dalam proses RJ itu salah satu syaratnya yaitu perdamaian. Baik itu dari pelaku, korban atau pun dari tokoh adat maupun tokoh masyarkat. Tentunya hal itu membutuhkan ruangan yang cukup luas untuk menampung orang banyak.

Selain itu keterbatasan ruangan yang ada di kantor Kejari Tanjab Timur menjadi alasan dipilihlah gadung Balai Adat Melayu ini untuk dijadikan rumah RJ. Bahkan beberapa kepentingan atau koordinasi yang berkaitan dengan pihak kejaksaan dari seluruh unsur vertikal, bisa dilakukan di rumah RJ ini, tanpa harus mendatangi kantor Kejari Tanjab Timur.

Bambang Suprianto menyampaikan bahwa pihaknya juga mau menghilangkan image atau kesan negatif orang yang menganggap, setiap ada ASN, Kades atau pejabat daerah datang ke kantor Kejari, berarti yang bersangkutan tersandung kasus hukum. Anggapan miring itu yang mau kita kesampingkan dengan hadirnya rumah RJ ini.

Nantinya rumah RJ ini juga akan berfungsi sebagai lokasi beberapa kegiatan atau program yang ada di Kejari Tanjab Timur. Mulai dari program jaga desa, pelayanan hukum datun dan beberapa program lainnya.

“Masyarakat yang punya permasalahan juga bisa leluasa menyampaikan kepeluannya di rumah RJ ini. Ke depan, kami juga punya program Jaga Dana BOS yang tengah kami konsepkan,” Ungkap Bambang.

Dengan adanya rumah RJ ini di harapkan dapat sinergitas antara pihak Kejari dan Pemkab Tanjab Timur akan semakin baik, serta kordinasi antar semua pihak dan lapisan masyarakat bisa terus terjalin erat. Louncing rumah Restorative Justice se Provinsi Jambi juga akan dilakukan serentak dan dipusatkan di Kabupaten Tanjung Jabung Timur, atau di lokasi gedung Balai Adat Melayu ini.

Bambang juga menyapaikan bahwa pemkab Tanjab Timur sendiri sangat merespon baik dan mendukung gagasan kita untuk menjadikan Balai Adat ini sebagai rumah RJ.

Kadis Budparpora Tanjung Jabung Timur, Zekki Zulkarnaen turut menerangkan bahwa dirinya menyambut baik dan mengucapkan terima kasih kepada pihak Kejari Tanjab Timur. Program yang dicanangkan pihak Kejari ini ke depan tentunya akan membawa banyak manfaat dan mempermudah berbagai pihak.

Zekki Zulkarnaen juga menyampaikan bahwa dengan adanya rumah RJ ini, pihaknya juga akan lebih bersinergi dalam menyelesaikan persoalan yang bisa diselesaikan lewat restorative justice. Pemanfaatan Balai Adat sebagai pusat pelaksanaan restorative justice dan juga dengan mengedepankan kebudayaan, tentunya mendapat dukungan penuh dari Pemkab Tanjung Jabung Timur. Bapak Bupati juga sangat mendukung kegiatan dari pihak Kejari ini. pihaknya juga akan memberikan dukungan sepenuhnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *