Berita  

Harga Beras Alami Kenaikan Pasca Sawah Warga Alami Kekeringan

Harga Beras Alami Kenaikan Pasca Sawah Warga Alami Kekeringan

Jambitoday – Hampir satu bulan ini kemarau melanda Kabupaten Kerinci sehingga membuat ratusan hektar sawah di Kabupaten Kerinci mengalami kekeringan. Kesulitan para petani untuk memulai bercocok tanam, membuat harga beras di Kabupaten Kerincipun mengalami kenaikan cukup signifikan.

Salah seorang petani bernama Arsyad di Kabupaten Kerinci mengatakan bahwa musim kemarau membuat lahan persawahan warga kekeringan, bahkan sudah ada tanah yang retak. Warga berharap hujan turun untuk mengisi irigasi pertanian warga yang sudah lama kering. Jika tidak turun hujan dan terjadi kemarau panjang akan membuat petani mengalami gagal panen.

Seorang pedagang beras bernama Jairul di Kabupaten Kerinci juga mengatakan dalam beberapa minggu terakhir ini harga beras mengalami kenaikan dari Rp 180.000 menjadi Rp 220.000 per kaleng. Dengan naiknya harga beras yang cukup tinggi membuat petani tidak berani menjual padi dan beras. Kondisi musim kemarau saat ini, bagi sebagian masyarakat yang memiliki pengairan yang bagus, sudah memulai turun ke sawah.

Jairul juga menambahkan bagi yang tidak memiliki pengairan irigasi yang bagus, maka harus menunggu musim hujan untuk memulai turun ke sawah. Ada sebagian masyarakat yang memiliki pengairan yang bagus, maka bisa turun ke sawah.

Menurut laporan harian Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Kerinci untuk harga beras cap D. I Rp 12.500 per kilogram, beras cap unggul Rp 12.500 per kilogram, beras cap kusut Rp 12.000 per kilogram dan beras payo Rp 16.200 per kilogram.

Kepala Bidang (Kabid) Pasar Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), Kabupaten Kerinci, Taufik saat dikonfirmasi membenarkan terjadinya kenaikan harga beras di sejumlah pasar di Kabupaten Kerinci. Kenaikan harga beras ini disebabkan musim kemarau dan banyak petani yang gagal panen serta sawah juga banyak yang kekeringan. Dengan banyaknya sawah yang mengalami kekeringan mengakibatkan petani gagal menanam padi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *