Iptu Gribaldi Membunuh dan Membakar Korban-korbannya

Iptu Gribaldi Membunuh dan Membakar Korban-korbannya

Jambitoday – Kasus Pembunuhan berencana yang dilakukan Kadiv Propam Polri, Irjen Polisi Ferdy Sambo, terhadap ajudannya, Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabart, sempat menggemparkan Indonesia. Terlebih Provinsi Jambi, karena Yosua merupakan warga asli Provinsi Jambi.

Pada tahun 2005 siapa sangka ada kejadian yang lebih mengerikan yang dilakukan oleh seorang polisi, Iptu Muhamad Gribaldi Handayani yang merupakan anggota Kepolisian Daerah Jambi.

Iptu Muhamad Gribaldi Handayani membunuh 7 orang warga sipil dalam kurun waktu 6 tahun, termasuk istrinya sendiri. Kasus ini dianggap lebih mengerikan daripada pembunuhan yang dilakukan oleh Ferdy Sambo, karena Iptu Muhamad Gribaldi Handayani tidak hanya membunuh korbannya dengan sadis, tetapi juga membakar mayat-mayat mereka untuk menghilangkan jejak. Motif Iptu Muhamad Gribaldi Handayani membunuh korbannya bermacam-macam, mulai dari dendam, ingin menguasai harta korban, hingga cemburu.

Perbuatan Iptu Muhamad Gribaldi Handayani berhasil dia sembunyikan dengan rapi selama bertahun-tahun, hingga korbannya mencapai 7 orang. Kebanyakan korbannya di bunuh dengan cara di tembak saat mereka lengah. Bahkan Iptu Muhamad Gribaldi Handayani seperti tidak merasa bersalah atas pembunuhan yang dia lakukan pertama kali sehingga dia dengan mudah melakukan pembunuhan-pembunuhan selanjutnya. Secara Kesehatan mental, setelah dilakukan pemeriksaan, Iptu Muhamad Gribaldi Handayani baik-baik saja, tidak ada gangguan mental apapun dan semua hasil pemeriksaannya normal.

Iptu Muhamad Gribaldi Handayani ditangkap pada 6 April 2005 di Pekanbaru, Riau. Salah satu bukti yang membuka tabir rangkaian pembunuhan yang dilakukan Iptu Muhamad Gribaldi Handayani adalah mobil milik korbannya yang dikuasai oleh Iptu Muhamad Gribaldi Handayani setelah membunuh korbannya. Awalnya Iptu Muhamad Gribaldi Handayani menyangkal atas semua tuduhan terhadapnya. Namun saat penyelidikan, polisi mengumpulkan banyak sekali bukti yang mengarah padanya. Bahkan, empat Polda harus berjibaku untuk mengungkap kasus ini, Polda Jambi, Riau, Sumatera Selatan, hingga Sumatera Utara.

Iptu Muhamad Gribaldi Handayani mengakui kesalahannya dan mengatakan bahwa dia menyesal atas perbuatannya dan meminta maaf kepada keluarga korban. Iptu Muhamad Gribaldi Handayani juga mengaku tidak ada yang menyuruh atau membantu dirinya dalam melakukan rangkaian pembunuhannya itu. Dirinya mengaku melakukan pembunuhan-pembunuhan itu hanya karena emosi dan tidak bisa mengendalikan diri.

Iptu Muhamad Gribaldi Handayani dijatuhi hukuman mati oleh Hakim Pengadilan Negeri Pekanbaru pada 7 Juli 2005 setelah menjalani proses pengadilan. Upaya hukum yang dilakukan terhadap Iptu Muhamad Gribaldi Handayani atas hukumannya, dari banding hingga Peninjauan Kembali ditolak dan berkekuatan hukum tetap pada 28 Juni 2006.

Iptu Muhamad Gribaldi Handayani meregang nyawa di hadapan regu tembak pada 9 Juli 2006 di Lapangan Tembak Polda Riau. Dia pun dimakamkan di TPU Suka Mulia, Pekanbaru, Riau. Iptu Muhamad Gribaldi Handayani diadili dan dieksekusi di Pekanbaru, Riau lantaran hampir semuanya dilakukan di wilayah Riau.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *