Mantan Pejabat Dinkes Sarolangun Ditahan Akibat Korupsi Pembelian Alat Pengecekan Stunting

Mantan Pejabat Dinkes Sarolangun Ditahan Akibat Korupsi Pembelian Alat Pengecekan Stunting

Jambitoday – Irwan Miswar ditahan pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) setempat. Irwan Miswar adalah mantan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sarolangun. Tidak hanya mantan Kepala Dinas Kesehatan yang di tahan, namun Sephurmudin yang merupakan mantan bawahnnya yang menjabat sebagai Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan pun juga turut serta di tahan.

Keduanya ditahan Kejaksaan setelah menjalani pemeriksaan lebih kurang selama enam jam. Irwan Miswar dan Sephurmudin ditahan sebagai tersangka dugaan korupsi pengadaan alat antropometri (alat pengecekan stunting) pada tahun 2022.

Kasi Intel Kejari Sarolangun, Rikson mengatakan jika sebelum melakukan penahanan pihaknya telah memeriksa kedua tersangka sejak pagi sebagai saksi atas dugaan korupsi pengadaan alat antropometri tahun 2022. Setelah dilakukan pemeriksaan terhadap saksi, tim penyidik Kejaksaan Negeri Sarolangun menetapkan tersangka IM dan SH dan langsung melakukan penahanan di lembaga pemasyarakatan Sarolangun.

Kasi Pidsus Kejari Sarolangun, Abdul Harris menambahkan bahwa tim penyidik berkesimpulan jika kedua tersangka bertanggung jawab atas kegiatan tersebut. Jadi pihaknya juga sudah memeriksa saksi-saksi, juga ada ahli yang di periksa dan perhitungan kerugian negara sudah dikeluarkan oleh pihak Inspektorat Kabupaten Sarolangun. Jumlah kerugian itu sebesar 696 juta lebih, jadi disini kegiatan pengadaan alat antropometri ini adalah alat yang digunakan untuk stunting.

Menurut Harris dalam kasus ini IM bertindak sebagai Pengguna Anggaran (PA), sedangkan SH sebagai Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) sekaligus Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) kegiatan. Pembelian alat antropometri itu terdiri dari 6 item berupa 5 item alat dan 1 item tas untuk pengecekan stanting. Sehingga dalam hal ini yang diadakan oleh Dinas Kesehatan itu kalau dari anggaran itu 85 paket, tapi dari Dinkes mengadakannya secara unit dan kalau ditotal hanya 16 paket, sisanya fiktif.

Dengan pagu anggaran lebih kurang Rp 704 juta, dari penyidikan Jaksa hanya terdapat 2 alat yang sesuai dengan ketentuan. Pembelian alat antropometri, rencananya akan diserahkan ke masing-masing Puskesmas dan diteruskan ke Posyandu yang ada.

Harris juga menyampaikan jika pihaknya masih melakukan pemeriksaan terus terhadap saksi-saksi, untuk itu kita masih mempelajari sejauh mana apakah ada keterlibatan lain atau tidak. Setelah satu kali melakukan penyidikan terhadap kedua tersangka, kedua orang tersebut langsung dibawa tim jaksa menuju rumah tahanan di Sarolangun. Barang bukti dokumen dengan alat-alat yang sudah diserahkan ke Puskesmas. Ini dia melalui e-Katalog, pemesanannya melalui e katalog.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *