Rumah Restorative Justice Di Resmikan

Rumah Restorative Justice Di Resmikan

Jambitoday – Kamis, 19 oktober 2023 Kepala Kejaksaan Tinggi Jambi, Elan Suherlan meresmikan 128 rumah Restorative Justice (RJ) Provinsi Jambi dan dua Bale Rehabilitasi Nafzase. Peresmian dilangsungkan secara serentak 10 Kejaksaan Negeri (Kejari) dan dua cabang yang dipusatkan di Kabupaten Tanjung Jabung Timur yakni di balai adat.

Elan Suherlan langsung hadir di Tanjung Jabung Timur. Sedangkan Sembilan Kejari lain dan dua kejaksaan negeri cabang mengikuti secara daring. Menariknya dalam peresmian rumah RJ ini, tidak hanya melibatkan Pemda setempat dan unsur lembaga adat saja, namun hadir juga Komandan Korem 142 / Garuda Putih, Brigjend TNI Supriono.

Kehadiran Danrem ini lah yang membuat Elan Suherlan sempat mengemukakan kemungkinan melibatkan TNI dalam program Restorative Justice yang merupakan program unggulan Jaksa Agung ST Burhanuddin.

“Tadi berbincang dengan pak Danrem, kita berdiskusi, kenapa tidak misalnya kita bisa melibatkan TNI mengingat unsur TNI yakni Babinsa juga ada di garda depan di pedesaan. Makanya saya tadi minta Aspidum untuk melihat kemungkinan itu. Kalo ini bisa kita lakukan, ini akan jadi yang pertama kali di Indonesia,” Ungkap Elan.

Brigjen Supriono menegaskan bahwa pertemuannya hari ini dengan Kajati adalah pertemuan yang sebenarnya tidak disengaja. Pasalnya, Danrem kebetulan juga ada acara di Tanjung Jabung Timur yakni penutupan TMMD ke-118 di lapangan kantor bupati.

 “Allah yang mempertemukan kami hari ini, dan kalo sudah begitu kita sebagai hambanya harus pandai membaca apa hikmahnya dan harus sedapat mungkin kita tindaklanjuti,” Ungkap Danrem

Elan sempat mengungkit kembali kasus nenek Minah dan Kakek Samorin. Keduanya merupakan terpidana atas perbuatan yang menurut Elan sungguh memiriskan hati dan mengusik rasa keadilan. Nenek Minah dipidana satu bulan 15 hari hanya karena mencuri tiga buah kakao pada 2009. Sedangkan kakek Samirin harus mendekam dua bulan empat hari di penjara hanya karena memungut sisa karet senilai lebih kurang Rp 17 ribu. Kasus nenek Minah bahkan disebut – sebut sebagai pelontar gagasan program RJ oleh Jaksa Agung ST Burhanuddin.

Elan berharap rumah RJ bisa membawa semangat baru dalam penegak hukum, khusunya untuk kasus yang memenuhi syarat untuk diajukan sebagai obyek RJ. Tidak hanya pidana. Elan juga memastikan Restorative Justice dapat pula diterapkan pada kasus perdata. Untuk Bale Nafza yang juga ia resmikan, Elan mengungkap bahwa rehabilitasi korban narkotika juga berlandaskan semangat restorative.

Kajari Tanjabtim, Bambang Supriyanto menjelaskan rumah Restorative Justice di Tanjab Timur tahap awal ada di sembilan titik dengan rumah RJ induk di balai adat di areal perkantoran Bukit Menderang. Rumah RJ ini tidak hanya digunakan sebagai sarana proses pengajuan RJ bagi tindak pidana. Lebih dari itu Kajari menegaskan rumah RJ juga bisa digunakan sebagai sarana penyuluhan hukum, koordinasi hukum bersama unsur pemerintah dan lembaga adat, maupun pendampingan atau konsultasi hukum.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *