Sopir Angkutan Batubara Lakukan Aksi Unjuk Rasa dan Merusak Fasilitas Kantor Gubernur Jambi Dengan Melempari Batu

Sopir Angkutan Batubara Lakukan Aksi Unjuk Rasa dan Merusak Fasilitas Kantor Gubernur Jambi Dengan Melempari Batu

Jambitoday Aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh para sopir angkutan batubara merusak fasilitas Gedung Kantor Gubernur Jambi. Tidak hanya itu, aksi unjuk rasa juga di barengi dengan aksi blokir jalan di Simpang IV Bank Indonesia (BI).

Kantor Gubernur Jambi yang di lempari dengan batu oleh para sopir angkutan batubara yang melakukan aksi unjuk rasa tersebut menyebabkan pecahnya kaca dan rusaknya fasilitas umum lainnya seperti taman yang rusak berat.

Pihak kepolisian pun melakukan upaya guna mengurai para aksi unjuk rasa dengan menyirami air menggunakan mobil Water Canon, agar aksi yang dilakukan oleh sopir angkutan batubara tersebut tidak semakin memanas. Namun bukannya bubar para sopir angkutan batubara tersebut malah terus melancarkan aksinya dan semakin menjadi dengan melempari mobil petugas dengan batu.

Pihak kepolisian pun dengan terpaksa mengeluarkan tembakan gas air mata untuk mengurangi aksi anarkis para supir batubara tersebut.

Akibat peristiwa tersebut 3 personel mengalami luka akibat terkena lemparan batu yang dilakukan oleh sopir angkutan batubara. Pihak kepolisian masih berupaya melakukan koordinasi bersama Ketua KS Batubara bernama Tursiman.

Ketua aksi, Tursiman mengatakan jika persoalan anarkis tersebut terjadi karena para sopir kesal tidak mendapat jawaban dari Gubernur Jambi. Para sopir angkutan batubara tersebut bahkan sudah berniat ingin menginap di Kantor Gubernur Jambi. Tursiman juga menyampaikan jika ingin membubarkan massa itu tidak mungkin terjadi, kecuali para supir tersebut mendapat keputusan yang jelas dari Gubernur Jambi.

Pada dasarnya keputusan yang para supir batubara mau hanyalah keputusan yang jelas, dalam hal ini pembukaan hauling batubara atau tutup semua tambang.

Tursiman menyampaikan jika memang Gubernur hendak menutup jalan, tutup semuanya, jangan hanya jalan mereka saja yang di tutup. Sementara jalur sungai di lepaskan, itu sama halnya dengan menganak tirikan mereka.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *