Wasnaker Wilayah II Jambi Akan Panggil PT NAR Buntut Kecelakaan Kerja Karyawan

Jambitoday – M. Sidik sopir truk PT Natural Artha Resources (NAR) yang mengalaami kasus kecelakaan kerja kini masih dalam pengawasan Wasnaker Wilayah II Disnakertrans Provinsi Jambi. Pihak Wasnaker kini sedang mengusut kasus yang dialami korban dengan mengumpulkan data dari RSUD Tebo.

Kasi Norma Kerja, UPTD Balai Wasnaker Wilayah II, Disnakertrans Provinsi jambi, Mashuri menyampaikan bahwa pihaknya akan memanggil PT NAR terkait kasus kecelakaan kerja salah satu karyawannya tersebut.

Tujuan pemanggilan ini untuk di mintai keterangan terkait kejadian yang menimpa korban. Menurut Mashuri  penyelidikan telah dilakukan, namun saat itu terkendala manajemen tempat korban bekerja telah tutup. Pihaknya juga telah melakukan pemanggilan terhadap pihak PT NAR dalam proses penyelidikan, saat dimintai keterangan, pihak perusahaan tidak bisa menjawab, alasannya karena beda site dan projek manager. Sementara PM tempat korban sudah tutup.

Dalam upaya menindaklanjti persoalan tersebut, Wasnaker akan terus menyelidiki dan mendalami permasalahan ini sampai tuntas. Dari hasil interogasi terhadap korban sudah selesai, kemudian pengambilan data di RSUD Sultan Thaha Saifuddin Tebo juga sudah selesai.

“Setelah mempelajari data dari keterangan korban dan pihak RSUD, kini tinggal keterangan dari pihak perusahaan,” Ungkap Mashuri

Korban adalah seorang warga Desa Suo-suo, Kecamatan Sumay, Kabupaten Tebo yang kini mengalami luka dibeberapa bagian tubuhnya usai mengalami luka terbakar saat membawa truk PT NAR.

Awal peristiwa ini bermula saat korban melihat titik api di dekat tangki truk, panik kemudian korban berusaha untuk memadamkan api menggunakan air. Namun saying bukannya padam, api semakin membesar karena solar truk tercampur dan menyambar tubuhnya, sehingga korban mengalami luka bakar serius. Akibat kejadian tersebut hingga saat ini sudah lebih dari lima bulan, korban masih terbaring lemas, sedangkan luka bakar yang dideritanya tak kunjung membaik.

Namun Pihak perusahaan terkesan tidak bertanggungjawab dengan nasib yang menimpa korban. Bahkan menurut korban pihak perusahaan diduga tidak memfasilitasi jaminan keselamatan kerja untuk para karyawan termasuk dirinya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *