Akan di Buka Kembali Aktivitas Angkutan Batubara, Namun Masih Ada Yang Perlu Dievaluasi Kembali

Akan di Buka Kembali Aktivitas Angkutan Batubara, Namun Masih Ada Yang Perlu Dievaluasi Kembali

Jambitoday  Pada Senin, 19 Februari 2024 telah berlangsung rapat pembahasan rekayasa lalu lintas angkutan batubara di Rumah Dinas Gubernur Jambi.

Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Jambi, Kombes Pol Dhafi mengatakan bahwa rapat tadi pada intinya sudah akan dibuka dan sudah dilakukan pemetaan. Namun, dari pemetaan itu masih harus dievaluasi kembali terkait dengan jumlah angkutan batubara, jangan sampai tidak sesuai dengan kemampuan jalan yang menuju ke Desa Jebak atau dari Muarojambi atau pun menuju ke Talang Duku.

Kombes Pol Dhafi juga menyampaikan bahwa dari provinsi menggambarkan ada sekian ratus unit dari Muarojambi. Sedangkan, wilayah Sarolangun serta Batanghari nanti akan ke wilayah Desa Jebak dan Durian Luncuk kalau tidak salah. Akan tetapi dirinya meminta agar dievaluasi kembali terkait jumlah angkutan batubara. Pasalnya, apabila melebihi kemampuanmu kapasitas jalan bisa terjadi kemacetan.

Kombes Pol Dhafi juga meminta kepada Bupati, Kapolres dan Dandim untuk dilibatkan agar bersama-sama dapat memantau dan menentukan pos- pos pantaunya akan diletakkan disebelah mana saja. Selain itu, Kombes Pol Dhafi meminta kepada angkutan batubara dapat bekerjasama dengan perusahaan-perusahaan tambang agar tidak berpindah-pindah lagi dan pengisian muatan tidak sembarangan lagi.

Namun apabila telah ditentukan, satu perusahaan tambang akan menuju ke pelabuhan sungai. Misalnya, ada 30 kendaraan, harus mempunyai angkutan, bekerjasama dengan masyarakat, pemilik angkutan atau sopir sebanyak 30 dan berapa nomor Polisinya. Jadi dia tidak bisa pindah- pindah lagi. Supaya kalau betul-betul angkutan 30, ya 30 itulah nanti yang akan membantu atau bekerja ataupun di bawah tanggungjawab dari pada perusahaan tambang.

Kombes Pol Dhafi menyampaikan jika dari perusahaan tambang nantinya harus bertanggungjawab apabila isi muatannya melebihi dari pada aturan. Memang keputusan tersebut belum dilaksanakan masih harus dirapatkan lagi dan juga kuotanya masih sama dan masih harus di kurangi lagi supaya tidak menimbulkan kemacetan. Selain itu untuk yang direncanakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) dari wilayah Sarolangun dan Batanghari nanti akan ke wilayah pelabuhan Batanghari. Sedangkan, yang masuk wilayah Lingkar selatan menuju ke Talang duku itu hanya dari Muarojambi saja. Namun, pihaknya masih mengevaluasi jumlah- jumlahnya dan masih diatur lagi.

“sehingga belum ada putusan, masih tetap berlanjut untuk rencana ini. Jangan sampai nanti, menimbulkan kemacetan, walaupun operasionalnya di malam hari,” ungkap Kombes Pol Dhafi.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *