Banyak Lahan Persawahan Beralih Jadi Kebun Sawit

Banyak Lahan Persawahan Beralih Jadi Kebun Sawit

Jambitoday – Anwar Sadat, Bupati Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar) mengungkap banyaknya lahan persawahan di daerah tersebut yang beralih fungsi menjadi perkebunan kelapa sawit.

Anwar Sadat menyampaikan hal tersebut pada saat memberikan sambutan dalam acara penandatanganan kerjasama antara Pemerintah Kabupaten Tanjabbar dengan Institut Pertanian Bogor (IPB), terkait pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat dalam rangka pembangunan daerah. Anwar Sadat menyampaikan sektor pertanian memberikan peran penting dalam perekonomian daerah, serta kesejahteraan masyarakat. Akan tetapi pada faktanya, banyak kendala dan masalah mendasar yang saat ini dihadapi sektor tersebut.

Di Kabupaten Tanjabbar banyak terjadi alih fungsi lahan persawahan yang merupakan salah satu permasalahan utama pada subsektor tanaman pangan, dimana banyak lahan sawah berubah menjadi lahan perkebunan. Khususnya perkebunan kelapa sawit dan nilai tukar menjadi alasan utama terjadinya alih fungsi tersebut.

Upaya pemerintah daerah mengatasi masalah tersebut dengan menetapkan Peraturan Daerah tentang Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B). Namun masih perlu formulasi yang tepat dalam implementasinya.

Namun saat ini juga muncul pada sektor perkebunan. Sehingga masalah utama yang dihadapi adalah terjadinya penurunan harga yang tajam dalam dua tahun terakhir khususnya pada komoditi kelapa dalam dan pinang. Dampak dari turunnya harga jual dari dua komoditi tersebut berdampak serius pada penurunan daya beli masyarakat petani.

Anwar Sadat mengaku bahwa pihaknya telah mengambil sejumlah langkah terkait dua komiditas pertanian yang harganya jatuh tersebut. Terkait rendahnya harga jual komoditi kelapa dalam dan pinang, telah sering kami diskusikan baik di tingkat Kabupaten maupun di tingkat Provinsi namun sampai saat ini belum ada perubahan.

Anwar Sadat berharap banyak dengan adanya kerjasama dengan IPB itu bisa memberikan solusi ke depannya untuk Pemerintah Kabupaten Tanjabbar dan para petani. Hadirnya IPB permasalahan jni dapat dikaji di tingkat Nasional, sehingga dapat diperoleh kebijakan maupun regulasi yang memberikan jalan keluar,” tandasnya.

Rektor IPB, Prof. Dr. Arif Satria menyebutkan ada 10 penguatan resilensi sistem pangan, di antaranya intensifikasi dan pendampingan petani, pemulihan ekosistem dan ketersediaan lahan pangan, sistem pangan berbasis komunitas, dan diversifikasi pangan lokal. Peningkatan konsumsi sumber protein hewani, penguatan inovasi dan industri pangan nasional, mengatasi food loss and waste, regenarasi dan penguatan kelembagaan petani, dan arah kebijakan penguatan pangan lokal.

Prof. Dr. Arif Satria menyebutkan mandiri pangan akan menyebabkan krisis pangan, krisis pertanian indonesia bukan masalah teknologi tapi masalah pendampingan pertanian. Sehingga penting adanya penguatan pada para petani masyarakat terkhusus di Kabupaten Tanjabbar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *