Memanen Padi di Tengah Banjir Terpaksa Masyarakat Kerinci Lakukan Akibat Ancaman Puso

Memanen Padi di Tengah Banjir Terpaksa Masyarakat Kerinci Lakukan Akibat Ancaman Puso

Jambitoday – Dalam beberapa hari terakhir, Banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Kerinci, Jambi, hingga saat ini masih belum surut. Banjir menyebabkan air Danau Kerinci meluap dan merendam daerah di sekitarnya.

Luapan air Danau Kerinci tidak hanya merendam pemukiman warga, namun juga lahan persawahan warga yang ada di sekitarnya. Sehingga kondisi tersebut membuat warga terpaksa melakukan pemanenan lebih awal terhadap tanaman padi mereka.

Seperti di Desa Keluru, Kecamatan Keliling Danau, Kabupaten Kerinci, dimana warga melakukan pemanenan dini tanaman padi di tengah banjir.

Wasiah seorang warga Keliling Danau mengatakan jika akibat banjir masyarakat Keluru terpaksa memanen lebih awal, karena takut padinya busuk dan air semakin besar. Wasiah juga menyebutkan untuk jumlah sawah yang terendam banjir di Keluru hampir puluhan hektar. Pihaknya meminta adanya perhatian Pemkab Kerinci melalui Dinas TPH Kerinci.

Kepala Bidang Tanaman Pangan di Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Kabupaten Kerinci, Heriawan mengatakan di Kabupaten Kerinci ada ratusan hektare tanaman padi yang terendam dan mengalami puso atau gagal panen. Padi yang terendam dan puso ada di enam kecamatan, yakni Siulak, Siulak Mukai, Depati VII, Air Hangat, Air Hangat Barat, Air Hangat Timur dan Keliling Danau.

Heriawan juga menyebutkan untuk padi yang terendam ada di Kecamatan Air Hangat 11 hektare, air hangat timur 83 hektare dan Keliling Danau 120 hektare. Sedangkan yang mengalami puso di Kecamatan Siulak dengan luas 6,8 hektare, Siulak Mukai 17, 75 hektare, Air Hangat 14 hektare, Air Hangat Timur 66 hektare dan Keliling Danau 57,5 hektare. Jumlah keseluruhan yang terendam seluas 214 hektare, namun untuk yang puso luasnya 160,88 hektare.

Heriawan menyampaikan jika jumlah tersebut merupakan laporan yang masuk pada tanggal 11 Januari 2024 dan masih bisa berubah. Pihaknya menyampaikan jika masih menunggu laporan dari Kecamatan yang lain masuk.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *